Tawa namun bukan gelakku
tangis pun sama bukan air mataku
senyum apalagi bukan dari bibirku
berkata baik baik saja, itu hanya sekedar ucapku
barangkali ini aneh
nyata mengatakan ini biasa saja
begitulah diri setelah pergi silih berganti
dari hati yang berbolak balik
entah itu mengantarkan ataupun menjemput
seolah semua kesalahan besar
karena diri terlalu ceroboh
dimata banyak, “halah itu kecil dianya saja yang bodoh dan lemah” begitu pikir mereka
tak bodoh tak juga lemah
hanya saja jerah terhadap kejadian yang sama
rapuh atas hal yang sama
hingga mengubah semua menjadi kusam
tangis pun sama bukan air mataku
senyum apalagi bukan dari bibirku
berkata baik baik saja, itu hanya sekedar ucapku
barangkali ini aneh
nyata mengatakan ini biasa saja
begitulah diri setelah pergi silih berganti
dari hati yang berbolak balik
entah itu mengantarkan ataupun menjemput
seolah semua kesalahan besar
karena diri terlalu ceroboh
dimata banyak, “halah itu kecil dianya saja yang bodoh dan lemah” begitu pikir mereka
tak bodoh tak juga lemah
hanya saja jerah terhadap kejadian yang sama
rapuh atas hal yang sama
hingga mengubah semua menjadi kusam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar