Selasa, 09 Februari 2016

Hak rasa


Mencintaimu dan merindukanmu aku.
Pun itu urusanku.
Kamu tak perlu peduli, itu bukan urusanmu
Bahkan bagaimana engkau kepadaku, tak masalah bagiku Biarlah cinta dan rinduku tertata olehku
Tak perlu lelah membalas karena aku tak pinta pamrih.
Sedari itu semua aku menyadari bahwa ini takkan berujung karena kita telah berbeda.

Tulisan


Sederhana loh tapi ada.
Sulit loh tapi tercipta
Melalui karya dan karsa
Segala huruf bercampur di kepala lalu jarilah menjadi penyusun akhir.
Tampak biasa bukan.
Tapi setidaknya wujud ketimbang luar biasa lalu terbuang.
Titik ini seperti ini karena semua bertahap
Cobalah semampu sedikit demi bait hingga penghujung tercipta sesuatu yang menarik
Nikmat didengar apalagi dilantunkan.

Pelebur



Sekeliling ini ramai, mencoba mengisi tuk jadi pelipur lara
Juga tak lupa hadirkan suka tanpa pernah meminta balas
Meski jujurnya berharap balas lalu aku tak mampu membalas
Beginilah keadaanku, sejak luka menjadi trauma kemarin pagi hingga senja tak kunjung pudar meski 1001 cara telah dicoba
Bagaimana dengan mereka yang hadir tawarkan indah ?
Bahkan merekapun tak dapat menjadi pelebur trauma.
Baik sekarang atau nanti kecuali pembuat luka terbit kembali
Membawa, memberi penawar luka mungkin semua kan kembali sedia kala

Dear Pencibir


Aku tentunya bukan penulis handal, terlatih pun tiada
Aku berlatih meski tertatih bersama tulisanku
Entah itu lucu bahkan kacau sekalipun tak apalah berbangga diri sekiranya kepala ini bermanfaat tuk berpositif
Dibanding mengolok, tertawa terpingkal terhadap apa yang tak pernah diperbuat. Haha.. Silakan berkomentar bahkan mencibir sekalipun, toh disisi sana masih ada puji mendayu menggairahkan jari tuk ketikan yang menjadi tulisan.

Melupa


Dia telah melupa, kira kira seperti itulah.
Dia telah melupa segala hal indah yang kerap buatnya bahagia
Berbeda jauh denganku, aku yang sampai saat ini belum melupa kecuali amnesia menemuiku.
Namun aku masih mengingat jelas semuanya baik kecil atau besar.
Jika benar dia telah melupa maka menyedihkan sekali kisah ini, tapi nyatanya ia telah melupa karna semua tampak dari isyaratnya bahwa ia telah melupa. Sungguh aku tak peduli jika ia telah melupa, peduliku terhadap hangatnya ingatan tentang kisahku yang masih mampu terasa adanya.
Biarlah ia melupa sekalipun tak mengingatku, namun semua takkan membuatku bergeming.