Sabtu, 31 Oktober 2015

Menghitung Hari



79 hari...
samalah ini seperti hujan
datang seindah mungkin menyirami bumi dan segala isinya
tapi cuma berkala..
nah kau juga bisa dikatakan seperti itu
hadir dengan nuansa penuh cinta
sedetik, semenit, sejam, memberi bahagia
namun itu cuma 79 hari
setelah itu kau pergi tinggalkan sisa sisa bahagia menjadi luka
sulit kuterima nyata ini tapi inilah nyatanya
kau hadir membawa cinta dan kau tinggalkanku bersama cinta itu
belum juga 100 hari tapi sudah terasa lama menyisakan pedih terlebih lagi kau mengusirku bahkan mengabaikanku namun aku tetap tidak bergeming



Gemuruh Hati



Setelah kejadian itu tak henti hati bergemuruh
mencoba tahan tapi tak mampu
menjadikan semuanya terganggu
suaraku jadi parau
aku tak berselera untuk menyantap meskipun ada segunung kesukaan dihadapanku
hingga mereka berkata "wajah kau terlihat pucat" aku menepisnya
dengan sebait canda tawa agar semua terlihat baik baik saja
aku mencoba bangkit dengan tampil manis
agar tertutupi si pucat kata mereka dan aku mencoba melawan hati
meskipun hati tak mampu mengikuti
lalu terciptalah butir butir bening dari penglihatanku
menjadikanku lebih sakit
namun aku ikuti saja alur ini sampai rencana tuhan selesai



#NA 

Pesan Terakhir



Pesan terakhir darimu
seperti badai menerjang jiwa
itulah pesan terakhir darimu
bukan kabar menggembirakan tapi menyisakan pilu
saat itu sabtu, 17 oktober 2015 sekitar pukul 18 : 30 pesan itu bak badai besar yang menerjang laraku.
Ada apa tanyaku ? Padahal baru seminggu yang lalu kita bercanda gurau dan menyematkan kata sayang tapi ini yang ku terima.
saat itu juga aku jatuh,terdiam, kacau dan tak tentu arah
3 jam kemudian ku balas pesanmu dengan kata seolah aku baik baik saja
tapi sejujurnya aku tak bisa terima
kau pergi secepat guntur
bahkan belum sempat aku mengenal segala apa yang ada padamu
kau buat aku senyaman mungkin
dalam waktu singkat itu
lalu kau juga tinggalkan aku secara mendadak
kau terbangkanku kemudian kau hempaskan begitu saja
hingga menyisakan luka teramat 




By : Mrs. Nurul

Merindukanmu






Sehari...
dua hari...
tiga hari....
empat hari...
dan selanjutnya....  
sejak kau pergi
semua terasa berbeda
hilang dan hilang
bak ditelan bumi
sedang apa kau ??
dimana dan kabarmu saja aku tak tahu
tak kunjung henti aku berkirim pesan text kenomormu
harapku dibalas namun tak pernah ada balasan
lalu apakah ini maksud dari perhatianmu??
kau beri cinta kau beri kasih dan sayang
aku anggap semua serius
tapi ini yang aku terima !!!
kepergian bersama keputusanmu secara sepihak
tak berdaya aku, mataku merah dan basah, jantungku terasa sesak,
pikirku ini konyol, namun inilah adanya
perasaanku bicara melalui rasa !!
apa kau tau itu? Tidak !!
kau bahkan tak terlihat lagi seolah tak peduli
tapi tahukah kau kepergianmu buatku melakukan hal terkonyol
konyol hingga aku rela menempuhi setiap jalan yang pernah kita lalui
pergi ketempat yang pernah kita kunjungi
menunggumu datang ditempat yang aku tunggu
bahkan melewati jalan kearah rumahmu berharap adanya dirimu
sekarang tinggal aku bersama rasa untukmu
dan aku merindukanmu setiap inci darimu,
rindu suara indahmu,
rindu tawamu karnaku,
rindu caramu marah,
rindu saat kau bermanja,
rindu melihatmu kehilangan aku tanpa kabar,
rindu gerak gerikmu,
rindu saat kau genggam tangan ini,
aku merindukan semuanya...