Selasa, 22 Desember 2015

Yang telah hilang


Mengingatmu juga mengobati perasaanku
mengenangmu rinduku terobati
Cuma itu bisaku
menghampirimu saja tak mampu ku lakukan
seolah langkah kakiku terhenti
terlebih setelah hari itu kau tak pernah terlihat kembali
terkadang suaramu terngiang – ngiang ditelingaku
terkadang sekelibat bayangmu seolah menghampiriku bahkan berdiri disampingku
benarkah itu kau, aku bahkan meragu
tetapi hati kecilku selalu berkata iya, bahwa seseorang yang kerap tak sengaja kulihat adalah kau adalah bayangmu
semiris itukah, hanya bayangmu yang terlihat
nyatamu kau ada tapi kini telah hilang dari mataku
kau sekarang dimana, apa baik – baik saja
kuingat lagi, dulu kita sangatlaah dekat namun sekarang semua telah berbeda
aku mengenalmu seperti aku mengenal tubuhku sekarangpun seperti itu
harapku kita kan bertemu lagi walaupun tidak sebagai kekasih, sahabat juga tak apa
seperti janji kita dulu....

By “nurul aihsah” 12 :  56 senin, 14 Des 15’

Luka


Lukaku kini sirna menjadi abadi
tinggalkan bekas bekas kesakitan
simbol dari saksi bisu kekecewaan
menjelma menjadi benci
hingga mematikan sukma cinta yang indah
lantas mesti berbuat apa ?
Jika luka telah membekas
maka ingatan kan terus mengarah ke peristiwa pilu itu
pilu tersendu  sendu sampai langit tahu dan ikut tersendu dengan gerimis kasarnya
sedalam itukah luka ? Entahlah
terpenting luka itu menguatkan atas setiap persoalan
buat kau memahami bahwa hidup taklah mudah
meski sulit pasti terlewati
karena luka pastikan sembuh

created by : aihsah | 10 : 32 | senin, 14 Des, 15’

Rabu, 02 Desember 2015

Dan Akhirnya



Dan akhirnya berpisah menyusullah awal yang baru
Hadirlah segenap cinta bak peluru menghantam raga
Bisakah peluru itu menyusup kesela sela raga ini. Tidak !
Peluru kemarin lusa masih bersarang didadaku, bagaimana mungkin aku terima peluru yang lain
Itu kan membunuhku.
Menghindarlah aku dari hantaman itu
Sekuat raga kubawa lari besertakan sesak buatku jatuh Seketika aku sadar bahwa aku terlampau kecewa
Tampaklah betapa menyedihkannya diriku bersama ketakutan ini. Cukup !!
Saat ini aku butuh sendiri
Bersembunyilah jiwa ini dari segala hal yang menjanjikan dan dari semua tuju kepercayaan.


#aihsah 

Patah



Namun aku sudah terlanjur patah
Lalu kalian terpatahkan karena ceritaku
Maafku, sejujurnya saat ini mati rasaku
Ini memang mudah, tapi sulit bagiku
Menerima itu mudah lalu bagaimana memulai ?
Janganlah benci diriku
Ini lah pilihanku
Coba lihat aku dari sisi yang lain
Sesungguhnya aku tak bisa terima, bukan karena kalian. tapi akulah sebabnya
Inilah diriku. Diri yang terpuruk akan cerita luka
Lalu menjadikannya tameng agar semua patah
Pecundangnya aku. Maaf, lagi lagi maaf yang bisa ku ucapkan.

Sejak Pergimu



Sudah sebulan yah kepergianmu itu
Rasaku baru kemarin kau disampingku
Kau tau ini benar benar sulit
Entahlah kenapa ? Apa aku terlalu kekanakan ataukah berlebihan.
Tapi sememangnya ini alamiah yang kurasa.
Kau tahu tidak ? Hingga saat ini aku masih menyimpan potretmu
Melihat potretmu sebelum mimpi menjemputku dan setelah mimpi sadarkanku
Aku juga masih menyimpan capture chat history kita dulu, tanpa kurang satupun dan tanpa bosannya aku membaca semuanya. awal hingga akhir darimu itu
Lagi semua voice note darimu masih ku simpan dan sesekali kumainkan sebagai pengobat rindu, bagiku mendengar suaramu itu cukup membahagiakanku
Juga sebentuk cincin yang masih tetap terlingkar di jariku meskipun itu membuat jariku iritasi tapi tak membuatku ingin melepasnya
Bisa kukatakan semua tentangmu itu masih ada sama seperti awalnya dan tak pernah berubah letak tempat atau apapun
Aku sadar ini konyol dan aku sangat sadar bahwa melakukan semua itu tak'kan membuat aku dan kau menjadi kita
Terlebih yang kulakukan ini bukanlah untuk tunjukkan rasa yang kupunya
Perlau kau ketahui, rasaku ini tak bisa di contohkan atau ditunjukkan dengan cara apapun
Rasa ini cukup aku yang tau. baik sebesar atau sekecil apapun itu. cuma aku dan penciptaku yang tahu
Untuk kau yang entah membaca ini atau tidak kuharap kau baik seperti kata terakhir darimu
Sejujurnya harapku kau membacanya
Namun apalah, aku hanya tulisan yang tak pernah kau baca.

Perkara Menolak



Terlihat mudah sesungguhnya sukar
Perkara menolak ataupun menerima
Tetap buat sakit kepala
Kena mengena dengan perasaan
Entah yang tertolak maupun menolak pastikan merasakan luka baik kecil mau tipis
Bicara menolak tentu bertemu dengan 1001 alasan
Di kala itu terjadi
Cuma satu pintaku
Mengertilah dengan setiap bait alasan itu
Tak perlu mengertikanku
Karna aku cukup mengerti denganku
Senang ataupun sedih
Terimakasih sudi menyayangiku dan dengan maafku atas goresan terhadap hati yang kupatahkan
Kalian berhak bahagia dengan orang orang terpilih tetapi bukan aku


3nurulaihsah  http://nurulaihsah.blogspot.com/2015/12/perkara-menolak.html