menangisi mungkin perkara konyol
tapi inilah adanya, perasaanku bicara
melalui mata sebab kau menjadi tak acuh bahkan tak peduli ...
pergimu memberi lara, kau pikir aku kuat
mungkin satu dua waktu aku kuat !!
kuat melawan rasa, nyatanya aku kalah
dalam perlawanan ini
lagi dan lagi pipiku basah dengan
nalurinya
sungguh konyol bukan, terlebih lagi kau
yang memutuskan pergi tanpa mendengar keluh kesal ku, tanpa melihat aku merayu
memelas, dan tak melihatku memohon mengemis !! secepat itukah hilang rasamu
untukku !!
untuk aku yang dulu pernah kau yakini
menyayangimu, menerimamu.
sekarang tinggallah rasaku,
rasa yang aku sendiri tak pernah
mengerti dan tak bisa ku mengerti
lalu haruskah aku benci ? membenci orang yang tak pernah melihatku lagi,
membiarkanku dalam luka, bahkan mengabaikanku, Tidak !!. membenci bukan caraku
terlebih lagi membenci orang yang pernah menjadi penyebab bahagiaku.http://nurulaihsah.blogspot.com/2015/10/tangis-keluh-dan-kesah.html
by Nurul Aihsah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar